Karunia Allah yang tidak bisa dihargai dengan apapun yaitu disaat sebuah rumah ditangga dikarunia keturunan.
Banyak orang yang tidak dikarunia
anak, rela mengeluarkan uang sebanyak apapun untuk berobat supaya
mendapatkan momongan sebagai penyejuk hati dalam keluarga. Dan bahkan
ada yang mengadopsi anak orang lain demi memenuhi keinginan yang begitu
besar untuk dapat menibang bayi.
Kebahagiaan sebuah rumah tangga memang tidak dapat kita pungkiri, yaitu
disaat ada sibayi-bayi mungil yang menjadi tumpuan harapan kedua orang
tuanya. Segenap kasih sayang diperuntukkan untuk sang bayi. Jangankan
ada orang yang ingin menyakitinya, seekor nyamuk pun tidak diizinkan
singgah di bayinya. Inilah karunia Allah kepada manusia.
Dan andai anak tumpuan harapan itu kembali dipanggil Allah di masa
bayinya, maka orang tua sangat terpukul, tidak sedikit yang mengalami
depresi, tergoncang jiwanya. Dengan rasa sedih yang teramat sangat,
mereka tetap tegar mengantarkan sibuah hati sampai di pemakaman. Tiap
hari diziarahi, dibersihkan. Rasanya tidak ingin sebatang rumput pun
tumbuh di atas pusara anak tercintanya itu. Inilah karunia Allah.
Namun, alangkah dhalim dan terkutuknya manusia yang tanpa perasaan
menjadikan anak manusia sebagai santapannya. Sungguh terkutuk manusia
seperti ini.