Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2012/09/cara-membuat-tab-menu-horizontal.html#ixzz2BUn2TQsY

Cari Misteri

Nyanyian Kode..

Sobat blogger udah pernah denger lagu ini belum ? ini lagu yang ada di salah satu film Warkop DKI hehehe. Berikut ini adalah liriknya :

***
Kasino Nyanyi :

Malam….
Koe wambooo, harukooo,
Namidana, kodoreee, narioooo,
Omeratsuuu, natsunohiii
Yang baju merah jangan sampe lepas
Siawasiwa….


(Tiba-tiba 2 waria menghampiri Kasino)
Banci 1 : Lagunya baru?
Kasino : Cerewet
Banci 2 : Kasetnya dah beredar, Om?
Kasino : Ntar gue tabok lu ye, gue heran gue jadi lupa.
.             Gara-gara banci gue mesti masuk ref lagi.

Siawasiwa uono ueni
Yang baju merah jangan sampe lepas
Lu jangan liat cewe, ntar buronannya lepas.
(Dono : Lagu apaan tuh?)
Ini lagu gue boleh mengarang sendiri

(Dono : Malu-maluin)
Nyanyian kode, nyanyian kode

(Dono : Kode buntut)
Buntut pale lu, buntut pale lu
Siawasiwa uono ueni
Lu jangn godain cewe ajah
Lu bego kagak ngerti
Gue nyaniin kode
Kode-kode, tak goblog kode, tak goblog kode
De… kode… kode…

Lagu selesai, kemudian terjadi pertengkaran antara Dono dan Kasino
Dono : Lho kok (buronannya) ilang !
Kasino : Lu sih meleng ajah !
Dono : Nah situ ngajak berantem
Kasino : Lu sih kagak ngerti !
Dono : Ngerti apah ?
Kasino : Gue dah nyanyi buat kode, lu bengong ajah !
Dono : Lho nyanian tadi kode yah ?
Kasino : Bodo dipiara, kambing dipiara biar gemuk.

Sebenarnya lagu ini adalah lagu jepang yang dimodifikasi oleh kasino, dan berikut adalah kutipanya dari wikipedia : 
 
versi asli :
 

"Sukiyaki" adalah judul lain untuk lagu yang dikenal di Jepang dengan judul "Ue o muite arukō" (上を向いて歩こう mari berjalan sambil melihat ke atas?) yang dinyanyikan oleh Kyu Sakamoto dan diciptakan oleh Rokusuke Ei and Hachidai Nakamura. Di luar Jepang, di negara-negara dengan banyak penutur bahasa Inggris termasuk di Indonesia, lagu ini lebih dikenal dengan judul "Sukiyaki." Di tahun 1963, lagu ini menempati peringkat nomor satu dalam jumlah penjualan di Amerika Serikat, rekor yang sampai saat ini belum bisa dipecahkan oleh lagu berbahasa Jepang lainnya.

Lagu ini pertama kali dirilis di Jepang oleh Toshiba di tahun 1961. Pada tahun 1963, perusahaan rekaman Inggris berlabel Pye Records mengeluarkan cover version yang diberi nama "Sukiyaki" dibawakan Kenny Ball and his Jazzmen. Lagu ini diberi judul "Sukiyaki" dengan alasan judul dalam bahasa Jepang panjang dan susah diucapkan oleh penutur bahasa Inggris. Judul "Sukiyaki" tetap dipertahankan oleh Capitol Records dan His Master's Voice sewaktu merilis lagu asli yang dinyanyikan Kyu Sakamoto berturut-turut di Amerika Serikat dan Inggris beberapa bulan kemudian.


Judul lagu "Sukiyaki" tidak ada hubungannya dengan masakan Jepang Sukiyaki, di dalam lirik dan arti lagunya sama sekali tidak menyinggung soal makanan. Judul "Sukiyaki" dipilih karena pendek dan mudah diingat, lagipula Sukiyaki adalah masakan Jepang yang banyak dikenal di negara Barat. Arti lirik sebenarnya dalam bahasa Jepang menjadi tidak penting apalagi waktu itu bahasa Jepang cuma sedikit dimengerti orang di luar Jepang.


Melodi lagu ini terdengar seperti lagu gembira bagi pendengar yang tidak memperhatikan lirik lagu yang sebenarnya bernada sedih: "Marilah berjalan sambil melihat ke atas, supaya air mata tidak jatuh ke pipi."


Pada 16 Maret 1999, kantor pos Jepang mengeluarkan perangko peringatan untuk lagu ini.

Kyu Sakamoto adalah salah satu dari 520 orang yang menjadi korban kecelakaan fatal Penerbangan 123 Japan Airlines di puncak Gunung Osutakayama (Prefektur Gunma), 12 Agustus 1985. Sakamoto Kyu tutup usia pada usia 43 tahun. 

0 comments:

Poskan Komentar