Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2012/09/cara-membuat-tab-menu-horizontal.html#ixzz2BUn2TQsY




Cari Misteri

Kanker Payudara Punya 10 Jenis yang Berbeda


Apa yang disebut dengan kanker payudara saat ini ternyata terdiri dari 10 jenis penyakit yang berbeda. Pengkategorian ini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dengan memberikan obat yang sesuai dengan jenis kanker payudara, juga memprediksi kelangsungan hidup pasien lebih akurat.

Penelitian yang dimuat jurnal Nature ini membandingkan kanker payudara yang ada di dunia saat ini. Menurut para peneliti, tes yang digunakan di rumah sakit saat ini cukup luas untuk memilah-milah kanker payudara. Temuan ini memberikan pemetaan kanker payudara lebih rinci sehingga memungkinkan untuk menemukan kanker payudara jenis tertentu.

"Kanker payudara bukanlah 1 jenis penyakit saja, melainkan terdiri dari 10 jenis penyakit yang berbeda. Temuan kami akan membuka jalan bagi dokter di masa depan untuk mendiagnosa jenis kanker payudara yang dimiliki seorang wanita, obat apa yang manjur atau tidak, dan terapi yang jauh lebih tepat daripada yang ada sekarang ini," kata pemimpin penelitian, Prof Carlos Caldas seperti dilansir BBC, Jumat (20/4/2012).

Saat ini, kanker payudara diklasifikasikan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskop dan tes penanda adanya tumor. Kanker yang memiliki 'reseptor estrogen' akan merespon terapi hormon tamoxifen, sedangkan yang memiliki 'reseptor Her2' dapat diobati dengan Herceptin.

Pada sebagian besar kanker payudara, lebih dari 70% kasus merespon terapi hormon. Namun reaksinya sangat bervariasi. Menurut prof Caldas, beberapa pengobatan bekerja dengan baik, sedangkan beberapa justru membuatnya menjadi parah. Maka jenis-jenis kanker payudara ini memerlukan klasifikasi yang lebih baik.

Prof Caldas mengamati sampel beku dari kanker payudara 2.000 orang wanita di rumah sakit Inggris dan Kanada. Ia bersama timnya melihat secara rinci genetika sel tumor yang telah bermutasi. Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel normal berubah menjadi kanker dengan cara yang berbeda dan dapat dikelompokkan menjadi 10 kategori. Peneliti menyebutnya IntClust 1 sampai dengan 10.

"Ini adalah penelitian terbesar untuk melihat secara rinci genetika tumor payudara. Temuan ini akan mengubah cara kita melihat kanker payudara dan berdampak sangat besar dalam mendiagnosis dan mengobati kanker payudara. Ini adalah sebuah penelitian yang sangat penting," kata Dr Harpal Kumar, CEO Cancer Research UK yang mendanai penelitian.

Para peneliti harus membuktikan terlebih dahulu bahwa pengelompokan 10 jenis kanker payudara ini benar-benar bermanfaat bagi pasien sebelum dapat digunakan oleh dokter secara luas. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu 3 - 5 tahun.


SUMBER : http://health.detik.com/read/2012/04/20/180240/1897685/763/kanker-payudara-punya-10-jenis-yang-berbeda

Ilmuwan Temukan Bakteri Super di New Mexico

Secara tak sengaja, saat sedang melakukan penelitian di gua berusia empat juta tahun di New Mexico, para peneliti menemukan bakteri super.

Bakteri super ini kebal pada antibiotik alami dan buatan. Tim peneliti dari McMaster University di Ontario, Kanada, menelusuri Gua Lechuquilla sedalam 396 meter untuk mengumpulkan sampel bakter tersebut.

Karena permukaan air butuh ribuan tahun untuk bisa menembus formasi batuan di gua ini, tempat ini menjadi tempat sempurna untuk mempelajari terjadinya kekebalan antibiotik alami. Menurut peneliti, hal ini dikarenakan bakteri gua ini belum terekspos antibiotik modern.


Dari 93 bakteri yang diuji, sebagian besar kebal pada antibiotik seperti Telithromycin, Ampicilin dan Daptomycin yang biasa digunakan dokter untuk melawan infeksi. Demikian seperti dikutip UPI.

“Ini memiliki dampak klinis penting. Hal ini menunjukkan, ada jauh lebih banyak antibiotik di lingkungan yang bisa ditemukan dan digunakan untuk merawat infeksi yang tak terobati,” tutup peneliti Gerry Wright dari McMaster.

Mengapa Kertas Menguning?

Seiring waktu berjalan, kertas berubah warna menjadi kuning. Ini hal yang wajar dan tak banyak yang mempertanyakan. Sebenarnya, mengapa kertas berubah warna?
Foto: Shutterstock

Mosca Conte dari Universita di Roma Tor Vergata berusaha menguak alasannya lewat penelitian. Hasil riset dipublikasikan di jurnal Physical Review Letters.

Untuk melakukan penelitian, Conte menggunakan tiga sampel yang tak diputihkan. Kertas tersebut dimasukkan dalam reaktor dengan kondisi mirip kondisi lingkungan selama 48 hari.

Conte kemudian membandingkan kertas tersebut dengan tiga kertas bertulisan yang berasal dari abad ke-15. Teknik ini memungkinkan peneliti mengungkap apa penyebab perubahan warna kertas.

Peneliti menuturkan, kertas terdiri atas 90 persen selulosa. Seiring waktu, bahan penyusun dinding sel tumbuhan itu teroksidasi.

Menurut Conte, oksidasi mampu mengubah susunan beragam molekul dan mengubahnya menjadi sesuatu yang disebut chromophores, yang menyerap cahaya.

Kertas terlihat putih karena memantulkan semua cahaya. Kertas tua memantulkan cahaya dalam panjang gelombang tertentu, yang menbuatnya terlihat kuning.

Hasil studi ini memungkinkan pihak terkait melakukan langkah memelihara kertas, dan bahkan memutihkan teks dan kesenian tua.